The Venetian (Mei 1999): Proyek ambisius Sheldon Adelson senilai $1,5 miliar. Kasino ini membawa kota Venesia ke gurun Nevada, lengkap dengan kanal air, gondola asli, dan replika Menara Lonceng St. Mark. Ini menetapkan standar baru bahwa kasino harus menjadi destinasi seni.

Venesia di Jantung Nevada: Mahakarya Sheldon Adelson dan Revolusi The Venetian 1999
Oleh: MELEDAK77
Pada Tanggal: 30/12/2025
Dunia mengenal Las Vegas sebagai kota yang dibangun di atas mimpi, fatamorgana, dan ambisi yang melampaui logika. Namun, dalam sejarah panjang kota ini, tidak ada momen yang lebih transformatif daripada tanggal 3 Mei 1999. Pada hari itu, seekor burung merpati dilepaskan ke langit biru Nevada, menandai pembukaan The Venetian Resort, sebuah proyek ambisius senilai $1,5 miliar yang tidak hanya membangun sebuah hotel, tetapi memindahkan jiwa sebuah kota Eropa ke tengah gersangnya gurun Mojave.
The Venetian adalah visi dari Sheldon Adelson, pimpinan Las Vegas Sands. Ia memiliki ide yang saat itu dianggap gila oleh banyak pakar industri: menghancurkan hotel legendaris Sands (tempat nongkrong ikonik Frank Sinatra dan Rat Pack) untuk membangun replika kota Venesia, Italia. Artikel ini akan membedah bagaimana The Venetian menetapkan standar baru bahwa sebuah kasino harus menjadi destinasi seni, konvensi, dan kemewahan yang tak tertandingi.
1. Visi yang Melampaui Perjudian
Pada pertengahan 1990-an, Las Vegas sedang berada dalam krisis identitas. Kota ini mencoba menjadi destinasi ramah keluarga, namun gagal menarik segmen pasar kelas atas secara konsisten. Sheldon Adelson melihat celah yang berbeda. Setelah berbulan madu di Venesia bersama istrinya, Miriam, ia terpesona oleh keindahan arsitektur dan romantisme kanal-kanal Italia.
Adelson ingin menciptakan sebuah resor di mana perjudian hanyalah salah satu elemen dari pengalaman yang jauh lebih besar. Ia ingin membangun tempat di mana orang bisa merasakan seni, sejarah, dan kemewahan tanpa harus terbang melintasi Samudra Atlantik. Inilah lahirnya konsep “Mega-Resort Imersif”. Adelson tidak ingin hanya menempelkan gambar Menara Eiffel atau patung palsu; ia ingin presisi arsitektural.
2. Pembangunan yang Menantang Logika: Detail adalah Kunci
Untuk mewujudkan ambisinya, Adelson mempekerjakan tim arsitek dan seniman yang ditugaskan untuk melakukan riset mendalam di Italia. Pembangunan The Venetian 1999 adalah salah satu proyek konstruksi paling rumit di dunia pada masanya.
Replika Ikonik yang Presisi
Para kontraktor diperintahkan untuk mereplikasi landmark paling terkenal di Venesia dengan skala yang sangat mendekati aslinya:
-
St. Mark’s Campanile: Menara lonceng yang menjulang tinggi menjadi simbol baru di langit Las Vegas.
-
Doges Palace: Detail ukiran batu dan kolom-kolom Gotik dikerjakan secara manual untuk meniru kemegahan istana asli para penguasa Venesia.
-
Rialto Bridge: Jembatan ikonik yang melintasi Grand Canal dibangun untuk menghubungkan area depan hotel dengan interior kasino, memberikan rasa kedatangan yang megah bagi setiap tamu.
Langit yang Tak Pernah Gelap
Salah satu inovasi desain interior yang paling memukau pengunjung pada tahun 1999 adalah Grand Canal Shoppes. Di sini, langit-langit dicat dengan teknik trompe l’oeil yang menciptakan ilusi langit biru cerah dengan awan-awan putih lembut. Berkat pencahayaan khusus, di dalam The Venetian, waktu seolah berhenti. Meskipun di luar sedang tengah malam, di dalam Grand Canal Shoppes, suasana selalu terasa seperti sore hari yang indah di Italia.
3. Revolusi Gondola: Menghidupkan Kota Air di Padang Pasir
Fitur yang paling fenomenal dan menjadi ikon global The Venetian adalah kanal airnya. Adelson tidak hanya membangun kolam hias; ia membangun sistem kanal fungsional yang melintasi bagian luar dan dalam hotel.
Gondola-gondola kayu asli didatangkan dari Italia, lengkap dengan pendayung (gondolier) yang dilatih untuk bernyanyi dalam bahasa Italia saat membawa penumpang menyusuri kanal. Bagi pengunjung tahun 1999, ini adalah pengalaman yang revolusioner. Suara dayung yang membelah air di tengah hiruk-pikuk mesin slot di kejauhan menciptakan kontras yang aneh namun memikat. Ini membuktikan bahwa Las Vegas bisa menjadi tempat yang romantis dan berseni, bukan sekadar tempat yang keras dan penuh asap rokok.
4. Pergeseran Paradigma: Fokus pada Konvensi dan Kuliner
The Venetian adalah resor pertama di Las Vegas yang berani mengklaim bahwa mereka adalah “All-Suite Hotel”. Semua kamarnya (lebih dari 3.000 kamar saat pembukaan) adalah tipe suite dengan area ruang tamu yang terpisah. Ini adalah langkah berani untuk menarik para pelancong bisnis dan peserta konvensi.
Adelson memahami bahwa pendapatan masa depan Las Vegas tidak hanya bergantung pada meja Blackjack. Ia mengintegrasikan Sands Expo and Convention Center secara langsung dengan hotel. Strategi ini sangat cerdas: pada hari kerja, hotel dipenuhi oleh pebisnis, dan pada akhir pekan dipenuhi oleh wisatawan.
Selain itu, The Venetian mempelopori era “Celebrity Chef” di Las Vegas. Pada tahun 1999, mereka menarik nama-nama besar seperti Wolfgang Puck dan Joachim Splichal untuk membuka restoran mewah di dalam resor. Sejak saat itu, standar makanan di kasino meningkat dari sekadar prasmanan (buffet) murah menjadi pengalaman kuliner berbintang Michelin.
5. Dampak Terhadap Industri Perjudian Global
Pembukaan The Venetian 1999 mengirimkan gelombang kejut ke seluruh industri. Resor-resor lama dipaksa untuk merenovasi properti mereka agar bisa bersaing dengan tingkat kemewahan yang dibawa oleh Adelson.
The Venetian membuktikan bahwa:
-
Arsitektur adalah Pemasaran: Orang akan datang hanya untuk melihat bangunannya, yang kemudian akan berujung pada belanja, makan, dan berjudi.
-
Seni itu Menguntungkan: Dengan memasukkan elemen seni dan sejarah, kasino bisa menarik segmen pasar yang lebih kaya dan berpendidikan.
-
Diversifikasi Pendapatan: Kasino modern harus mampu bertahan bahkan jika pendapatan meja judi menurun, berkat pendapatan dari kamar, belanja, dan pertemuan bisnis.
Kesuksesan di Las Vegas ini kemudian menjadi dasar bagi Adelson untuk mengekspansi kerajaan bisnisnya ke Asia, dengan membangun The Venetian Macao yang bahkan lebih besar, yang kini menjadi kasino terbesar di dunia.
6. Kesimpulan: Warisan Abadi Sang Visioner
Ketika Sheldon Adelson meninggal dunia pada tahun 2021, ia meninggalkan warisan yang sulit ditandingi. The Venetian 1999 adalah bukti nyata bahwa ambisi yang besar, jika digabungkan dengan perhatian terhadap detail dan keberanian mengambil risiko, dapat mengubah dunia.
Hingga hari ini, The Venetian tetap menjadi salah satu resor paling sukses dan paling banyak difoto di dunia. Ia tetap berdiri tegak sebagai monumen bagi era “Mega-Resort”, mengingatkan kita pada tahun 1999 ketika sepotong kecil Italia berhasil “dijatuhkan” ke tengah padang pasir Nevada dan mengubah sejarah hiburan selamanya. The Venetian bukan sekadar kasino; ia adalah pernyataan seni bahwa keindahan tidak mengenal batas geografis.
Di Tulis Ulang Oleh Meledak77










